Saturday, June 30, 2012

[JomTadabur] Bidadari-bidadari syurga

"Pagi ini biar nenek yang cerita." Suara nenek memutus wajah-wajah masam Delima dan Juwita.


Anak-anak menoleh. Nenek tersenyum mendekati. Memperbaiki tudung rambutnya. Naik ke atas katil besar Wak Laisa. 


"Hore!" Delima berseru senang. Nenek sama hebatnya dengan Wak Laisa kalau bercerita. Jangan dibandingkan dengan abi mereka. Tidak seronok. Kalau abi yang bercerita, kebanyakannya hanya rekaan saja.


Cahaya matahari mulai menembusi jendela bilik Kak Laisa yang dibuka lebar-lebar. Menimpa wajah anak-anak. Menimpa wajah mak. Menimpa wajah Kak Laisa yang terlihat begitu damai. Ikut mendengarkan cerita. Pagi itu, saat kabut masih mengambang di atas hamparan merah ranm buah strawberi, Mak bercerita tentang; bidadari-bidadari syurga. Melanjutkan cerita Laisa kepada anak-anak sebulan lalu. Andai kata di sini Yashinta, dia akan senang sekali, itu cerita kesukaannya waktu kecil. Dan sunggguh di syurga ada bidadari-bidadari bermata jeli (Al-Waqiah: 22). Pelupuk mata bidadari-bidadari itu selalu berkedip-kedip bagaikan sayap burung indah. Mereka baik lagi cantik jelita. (ar-Rahman: 70). "Nenek, mana lebih cantik, bidadari atau Delima?" Delima bertanya. Membuat Kak Laisa tertawa, meski kemudian menahan terbatuk. Intan meraih tisu, membersihkan bercak darah. Dulu Yashinta selalu berkata, 'Hmm... pasti tetap lebih cantik Yash kan?"


Andai kata ada seorang wanita penghuni syurga mengintip ke bumi, nescaya dia menerangi ruang antara bumi dan langit. Dan nescaya aromanya memenuhi ruang antara keduanya. Dan sesungguhnya kerudung di atas kepalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya (Hadis Al Bukhari). "Wuih? Hebat! Memangnya wangi bidadari itu seperti apa, nenek?" Delima sibuk menyela lagi. "Bising! Diam saja boleh? Biar nenek terus cerita." Intan menegur garang. Kak Laisa sekali lagi tertawa kecil. Dulu Yashinta juga suka sekali memotong cerita. "Bidadari itu kan untuk perempuan? Kalau untuk anak laki panggil apa, mak?" Dan biasanya Ikanuri yang kesal cerita mak dipotong terus menjawab, "Panggilnya bidadara..... bidadara-bidadara syurgi!"


Tidak dulu. Tidak sekarang. Kanak-kanak selalu memberikan respons yang sama atas mekanisme ini. Membuat imaginasi mereka terbang, dan tanpa mereka sedari, ada pemahaman erti berkongsi, berbuat baik, dan selalu bersyukur yang dapat diselitkan.


Pagi semakin tinggi. Nenek terus bercerita hingga lima belas minit ke depan. Kak Laisa memejamkan matanya. Dia pagi ni benar-benar merasa letih. Tiga monster kecil ini memberikan tenaga tambahan untuk bertahan lebih dari 48 jam. Tetapi waktunya tinggal sedikit lagi. Hanya menunggu Yash, adiknya tersayang. 


Suara mak berkata lembut terngiang-ngiang di telinganya; bidadari-bidadari syurga, seolah-olah adalah telur yang tersimpan dengan baik (Ash-Shaffat: 49).


Kak Laisa jatuh tertidur, dengan mulutnya tersenyum dan satu kalimat berdoa; Ya Allah, jadikan Lais salah seorang bidadari-bidadari syurga.

                    
                     ♡ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤


Di atas merupakan petikan daripada novel bertajuk Bidadari-Bidadari Syurga, karya Tere-Liye. Novel Indonesia. Novel yang hebat. Sebagaimana novel-novel lain, temanya juga tema cinta. Namun bukan cinta Romeo Juliet which is so romantic man and woman. Tapi temanya adalah cinta, kasih, sayang dan pengorbanan seorang kakak (Kak Laisa) kepada adik-adiknya. Membasahkan mata jiwa.

Credit: AdilahTajudin yang memberi pinjam ^_^

Al-Qur’an menceritakan sifat-sifat bidadari adalah seperti berikut :

1. “Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jeli matanya, seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.” (Surah Ash-Shaaffaat [37]: 48-49)

2. “Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.” (Surah Shaad [38]: 52)

3. “Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.” (Surah Ar-Rahmaan [55]: 56)

4. “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (Surah Ar-Rahmaan [55]: 58)

5. “Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik- baik lagi cantik-cantik.” (Surah Ar-Rahmaan [55]: 70)

6. “(Bidadari-bidadari) yang jeli, putih bersih, dipingit dalam rumah.” (Surah Ar-Rahmaan [55]: 72)

7. “Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.” (Surah Ar-Rahmaan [55]: 74)

8. “Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.” (Surah Ar-Rahmaan [55]: 76)

9. “mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.” (Surah Ath-Thuur [52]: 20)

10. “Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik.” (Surah Al-Waaqi’ah [56]: 22-23)

Taken here. InsyaAllah dah check balik dengan al-Quran, ayat-ayatnya betul.

Saja nak berkongsi tentang bidadari syurga. Betapa hebat suci murni dan mulianya mereka.
Hurm, kita macam mana? Tak pernah letak dalam senarai impian kan untuk menjadi bidadari? T_T
Macam mana nak jadi bidadari kalau tak pernah berimpian untuk menjadi bidadari di syurga?
Mungkin kita boleh sama-sama betulkan blueprint kita.

Ayuh! Berusaha untuk menjadi hebat seperti bidadari syurga!

Tapi kena bersedia dan sanggup untuk banyak berubah, banyak melakukan pengorbanan, banyak berusaha, banyak beramal, banyak perbaiki diri. Kalau hari-hari bangun, makan, melawa, pergi sekolah/kerja, tengok movie, borak-borak kosong, tak peduli masalah ummah, tak peduli iman sendiri susah sikit la kot ea. Kena work hard lagi!

Ayuh! Berusaha untuk menjadi hebat seperti bidadari syurga!









0 comments:

Post a Comment

Komen anda..